Ada banyak teori yang berkaitan dengan tingginya anngka penderitaan AIDS di Afrika, khususnya di Afrika sub Sahara. Jawabannya hampir dapat dipastikan terletak pada gabungan faktor-faktor ekonomi, sosiologi, politik, dan medis. Sebagai contoh, tingkat infeksi HIV di Boswana, tertinggi di dunia, yaitu 35.8% pada kelompok orang dewasa, berhubungan denga lokasi Boswana dan sistem lalu lintas darat yang baik, membuat Boswana menjadi persinggahan supir-supir truk yang aktif secara seksual.
Contoh lainnya harga obat-obatan pencegah penularan AIDS dari ibu kepada bayinya terlalu mahal bagi sebagian besar rakyat Boswana. Sementara itubiaya tes HIV mengakibatkan orang-orang dengan gejala AIDS menyebarkan HIV, tanpa sadar mereka telah terinfeksi.
Perbedaan angka pengidap AIDs yang sangat tinggi dari daerah ke daerah di Afrika telah menjadikan Afrika sebagai suatu laboratorium untuk mempelajari kebijakan-kebijakan kontrol. Faktor-faktor yang secara teoritis dapat menjelaskan perbedaan terserbut adalah perbedaan pola aktifitas seksual,frekuensi penularan penyakit-penyakit seksual lainnya, teruama yang merusak kulit, adanya infeksi lain seperti malariaatau TBC yang dapat meningkatkan HIV dalam darah, dan prbedaan kebijakan, seperti upaya mereduksi pandangan yang cacat mengenai AIDS dan meningkatkan pendidikan seks yang aman.
Dikutip dari : BUKU PINTAR (C. Claiborne Ray)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar